Beranda NASIONAL BANDUNG Johan Budi atau KPK yang Bohong, Tak pernah Ada Adu Mulut Akil-RY....

Johan Budi atau KPK yang Bohong, Tak pernah Ada Adu Mulut Akil-RY. Berikut Kejadiannya

494
0

VoB- Media online Porosnews.com punya data bahwa kejadian menurut Johan Budi atau KPK ada Cekcok anatara Akil Mochtar dan RY alias Rahmat Yasin adalah BOHONG. Berikut kami kutip beritanya dari laman Porosnews.com:

Laporan ini mungkin hanya kami yang punya, kami POROSNEWS.COM memiliki data yang akurat dan jelas serta terkupas habis apa yang sebenarnya terjadi atas berita Akil vs RY ribut di Penjara. Berikut ini kami sampaikan informasinya secara runut dan di dalam berita ini yang layak dibacar adalah sub judul Peristiwa itu, namun taka da salahnya silakan baca secara detail agar tahu kronologisnya. Sekali lagi kami media independen tidak pro Akil atau RY, kami hanya ingin menyampaikan kejujuran.

Alkisah….

Berita Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan Rahmat Yasin adu mulut alias berantem di Penjara Komisi Pembertasan Korupsi (KPK) ternyata sesat alias bohong dan berita itu tidak benar.

Lantas siapa yang lakukan kebohongan? KPK atau Juru bicaranya Johan Budi?

Nampaknya KPK sudah dilanda paparan kehumasan yang bicara kebohongan.

Seperti diketahui berita sejumlah media menyebutkan bahwa informasi Jurubicara KPK Johan Budi SP mengatakan telah terjadi keributan antara Akil Mochtar dan Rahmat Yasin di dalam rutan KPK saat besuk lebaran.

Insiden antara kedua tahanan tersebut dilatar belakangi aturan besukan tahanan Penjara elit KPK yang penuh dengan AC.

Lebih ekstrimnya lagi  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mokhtar dikabarkan terlibat pertengakaran dengan Bupati Bogor Racmat Yasin di Rumah Tahanan KPK, menurut Johan Budi SP yang mantan wartawan itu saat dikonfirmasi wartawan. Kasus itu  tersebut terjadi lantaran keduanya memiliki beda pandangan terkait izin besuk dari KPK. Namun demikian, Johan tak merinci peristiwa tersebut.

“Ribut mulut pekan lalu, soal pengaturan pembesukan,” kata Johan, Senin (11/8/2014).

Johan bahkan mengatakan keduanya diberi sanksi tidak diperbolehkan mendapat kunjungan selama satu bulan ke depan.

“Keduanya diberi sanksi tidak boleh dijenguk selama satu bulan,” kata Johan.

Informasi yang terjadi itu anehnya ternyata dibantah Istri Bupati Bogor Rahmat Yasin, Elly Halimah membantah jika suaminya bersitegang dengan bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di rumah tahanan KPK, beberapa waktu lalu.
Hubungan suaminya dengan Akil Mochtar baik-baik saja. Tak seperti apa yang beredar informasinya.

“Itu ngaco, bapak tidak pernah ribut sama pak Akil. Sampai sekarang juga baik-baik aja,” kata Elly usai diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Rabu (13/8).

Elly bahkan menjelaskan, keributan yang terjadi di dalam rutan elit KPK pada Idul Fitri lalu adalah tidak benar.

Dia mengaku tidak ada insiden cekcok antar para tahanan KPK pada saat kunjungan besuk hari raya.

“Saya kan lihat dan menyaksikan sendiri waktu lebaran kemarin,” terangnya.

Soal insiden adu mulut, ini juga  dibantah oleh Kuasa Hukum bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, Tamsil Syoekoer. Menurut Tamsil, Akil hanya berselisih dengan petugas keamanan rutan, lantaran soal aturan jam besuk keluarga.

Waduh jika informasi KPK dibantah lalu sebenarnya bagaimana? Apakah ini pembusukan berita informasi yang tidak jelas, masa sekelas KPK tidak Kridible.

Namun demikian seperti dipaparkan diatas

Laporan ini mungkin hanya kami yang punya, kami POROSNEWS.COM memiliki data yang akurat dan jelas serta terkupas habis apa yang sebenarnya terjadi atas berita Akil vs RY rebut di tahanan elit KPK itu

Secara Eksklusif kami dapat sumber terpercaya soal kejadian yang sebenarnya. Dan secara sah kami juga lindungi sumber itu tak akan kami sebutkan.

Berikut ini adalah kenyataannya dan bukan hasil sumber yang bohong atau media yang mempletir informasi tidak benar. Dan kami –hanya ingatkan boleh dong media mengkritik KPK janganlah kritikan kami dituduh tidak pro pembertasan korupsi– KPK harus jujur sesuai taglinenya Berani, Jujur Hebat, jadi kami dan seluruh rakyat Indonesia akan senang jika KPK jujur dan kalau perlu usut pemberitaan bohong itu. Dan berikut kami sampaikan.

Peristiwa itu…..

“Makin parah! Makin hancur, Berita ribut sama RY (Rahmat Yasin) nyaris lempar kursi. Itu berita bohong, nggak ada ribut sama RY, Pak Akil ribut sama petugas rutan yg kurang ajar dan sok kuasa itu.”

Itulah pelintiran berita. Soal mau lempar kursi ke kaca depan kpk ya, tapi mana ada RY, dia lagi di dalam ruangan besuk.

Malah yg di cekik lehernya petugas keamanan KPK berinisial (PH), sama beberapa security dan polisi (E), (WS) dan (PM) yang juga keamanan kabur lari semua!

Tapi Pak Akil itu sudah minta maaf sama (PH) dia nangkap kursi yg mau mau Pak akil dilempar, Pak Akil kira (PH) mau mukul Pak Akil, jadi Pak Akil cekik lehernya (PH).

Yang jelas Itu gara2 yang lain bisa masuk berpuluh-puluh org, keluarga Pak Akil 5 org, baru masuk 4, eh anak Pak Akil bermana Riki gk bisa masuk karena alasan kartu abis.

Padahal Kan perturanya setiap org lima org saja yang besuk, RY dan lain2 bisa berpuluh-puluh org, kan gak adil itu.

Maka Itulah Pak Akil ngamuk, bahkan Pak Akil bilang jgn kan di isolasi, di borgol pun Pak Akil siap, yg penting kata Pak Akil dia benar dan adil aja.

Skrg mereka bikin berita dipelintir. Akil ribut sama RY, Padahal Pak Akil sekamar dengan RY.

Yang saat ini sekamar dengan Pak Akil AU, dan RY. Mana bisa saya ribut, Kamar lain ada AF dan TR

Nah itulah berita yang sebenarnya atas yang terjadi. Jadi dari mana yang Pak Akil dan RY rebut? Tanyakan Johan Budi? dalam KPK yang kami terima. Sekarang pembaca mau percaya atau tidak terserah, jika penasaran silakan Tanya KPK, jawabannya pasti membantah.

Pokoknya harus jujur itu datang dari nurani. Demikian juga dengan kami sebagai media ingin menyampaikan berita yang berani, cerdas mengungkap Fakta. Ayo KPK jujur itu penting!!!!     | TIM POROSNEWS.COM

Silakan perbanyak jika dianggap perlu disebarkan, namun mencantumkan sumber berita milik kami. Porosnews.com

Demikian tinggal pembaca yang menilai. (VoB)