Beranda NASIONAL BANDUNG IBC Minta KPK Ambil Alih Kasus Kondensat

IBC Minta KPK Ambil Alih Kasus Kondensat

454
0

VOB (SUARABANDUNG) – Indonesia Budget Control (IBC) meminta KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi penjualan kondensat antara PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan SKK Migas yang saat ini ditangani Bareskrim Mabes Polri.

“KPK juga harus memeriksa mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono (RP), dan Deputi Pengendalian Komersial BP Migas (sekarang SKK Migas) yang ngotot melepas kondensat bagian negara, khususnya pada pelaksanaan Lelang Sumateran Light Crude (SLC) dan Senipah Condensate,” terang Direktur Eksekutif IBC, Akhmad Suhaimi, di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Menurutnya, keputusan SKK Migas itu melangkahi ketentuan tentang tata cara penunjukan penjual kondensat bagian negara. ”Karena secara jelas mengatur bahwa lelang terbatas hanya dapat dilakukan jika minyak mentah dan kondensat bagian negara tersebut tidak dapat diolah kilang dalam negeri,” sambungnya.

Ketika ekspor dilakukan, kata dia, pemerintah meminta SKK Migas agar tetap mengalokasikan kondensat bagian negara untuk kebutuhan dalam negeri. Begitu pun pada tahun sebelumnya sejak 2009 sampai Juli 2013.

“Lalu kenapa pada periode Juli-Agustus 2013 SKK Migas ngotot ekspor? Alasan yang dibuat SKK Migas bahwa kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) sedang shut down terkesan mengada-ada,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mendesak KPK segera memanggil orang-orang yang bertanggung jawab. “Jangan sampai kasus dugaan korupsi penjualan kondensat bagian negara menguap,” pungkasnya.(Okezone)