Beranda NASIONAL BANDUNG Yulianis: Kompas, Tempo dan Sindo Pernah Fitnah Saya

Yulianis: Kompas, Tempo dan Sindo Pernah Fitnah Saya

548
0
BERBAGI

VoB – Siapa tak kenal Yulianis. Wajahnya kerap menghiasi layar kaca dalam segmen kasus skandal M. Nazarudin.

Yulianis adalah mantan bendahara M. Nazarudin (Bos PErmai Group) dan kerap menjadi saksi kasus korupsi dan suap Nazarudin dan Anas Urbaningrum, tak heran ia menjadi saksi KPK seumur hidup.

Yulianis berkesempatan hadir dalam acara “Silaturahim Nasional 5 Tahun Voa-Islam.com di Hotel Gren Alia Cikini (26/6). Dalam perjalanannya, Yulianis pun tersandung masalah dengan beberapa media yang memuat pemberitaan tanpa pemahaman bahkan cenderung mengada-ngada.

Yulianis menceritakan bahwa ia juga pernah di fitnah media-media mainstream yang katanya kredibel.

“Saya pernah di fitnah kompas, tempo dan sindo,”tandas wanita bercadar itu.

Ia mengungkap di fitnah tanpa ada bertanya, klarifikasi dan verifikasi.” demikian ucap Yulianis.

Sedih dan kesal karena di fitnah Kompas, Tempo dan Sindo, maka setelah itu ia membuat Blog untuk menjawab fitnah dari media mainstream.

“Melalui blog saya bisa menjawab semua fitnah secara utuh tanpa di plintir dan kutip sebagian sesuai keinginan media” kisahnya.

Ibu Yulianis mengungkap kerap ” Media mainstream ini suka memotong-motong pernyataannya. Tempo, kompas dan Sindo. Cuma saya lawan dengan cara sederhana. Menjawab secara lengkap di Blog sehingga masyarakat bisa membantu menjelaskan secara lengkap,”ungkapnya.

Atas kasusnya fitnahnya itu Ibu Yulianis berharap Voa Islam juga memberikan berita dengan narasumber yang terpercaya dan membantu pihak yang diserang fitnah media-media nasional itu.

“Selama 3 tahun kasusnya di KPK kerap kasusnya di plintir media mainstream. Karenanya ia mengungkap perlunya media Jihad Voa-Islam.com membantu narasumber yang tidak punya akses kepada media. Bantulah mereka” tutup Yulianis.

Setelah Yulianis menjawab secara lengkap lewat blog, barulah media-media mainstream Kompas, Tempo dan Sindo mencarinya untuk meminta waktu wawancara.

“Setelah saya jawab di blog, barulah mereka minta wawancara dan minta maaf telah salah memberitakan.” kisahnya miris. (PRAST)