Beranda BENCANA Yang Tersisa Dari Bola, Polisi dan Tentara Lakukan Tindakan Biadab ke Calon...

Yang Tersisa Dari Bola, Polisi dan Tentara Lakukan Tindakan Biadab ke Calon Penonton dan Wartawan

554
0
BERBAGI

VOB (SUARABANDUNG) – Aparat keamanan dan aparat pertahanan, polisi dan TNI, mengusir dan memukuli para calon penonton pertandingan sepakbola babak final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (18/10). Para korban itu diduga anggota The Jakmania.

Sejumlah wartawan pun mencoba merekam kebiadaban itu dengan kamera foto dan kamera video. Namun, polisi dan tentara tak berkenan dengan upaya wartawan dalam menjalankan tugasnya tersebut. Para polisi dan tentara itu kemudian merampas alat-alat kerja para wartawan, termasuk telepon genggam wartawan yang dilengkapi kamera. Tidak sampai di situ, polisi dan tentara itu pun menghapus secara paksa foto dan video yang telah merekam kebiadaban mereka dan terus menghalang-halangi wartawan untuk menjalankan profesinya.

Terkait hal itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam keras tindakan polisi dan tentara tersebut. AJI Jakarta menyatakan tindakan aparat keamanan mengintimidasi, merampas alat kerja, menghapus gambar dan video hasil karya jurnalis, dan menghalangi-halangi kegiatan jurnalistik para wartawan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Tindakan polisi dan tentara itu merupakan tindak pidana sekaligus mengancam kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tindakan tersebut, menurut penilaian AJI Jakarta, menunjukkan aparat keamanan tidak profesional saat berhadapan dengan para wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik mereka. Padahal, dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, para wartawan dilindungi oleh undang-undang, tugasnya meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, data dan grafik, maupun dalam bentuk lainnya, dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

Dalam siaran pers-nya, AJI Jakarta mencantumkan nama-nama wartawan dan medianya yang telah menjadi korban kebiadaban polisi dan tentara itu. Mereka antara lain Muhammad Subadri Arifqi (koresponden SCTV-Indosiar), Faiq Hidayat (merdeka.com), Reza Fajri (viva.co.id), Kemal Maulana (aktual.com), dan Nur Habibie (suara.com). (Pur/pribuminews)