Beranda NASIONAL BANDUNG TIDAK ADA YANG ABADI DI BUMI PERTIWI MELAINKAN DEVIDE ET IMPERA

TIDAK ADA YANG ABADI DI BUMI PERTIWI MELAINKAN DEVIDE ET IMPERA

19
0
BERBAGI

OLEH AREIF PRANOTO

Target devide et impera atau taktik adu domba itu ada dua poin:

Pertama, hancurkan, porak-porandakan, atau paling minimal ialah melemahkan kesatuan dan persatuan si target dari sisi internal sehingga tak punya daya lawan terhadap ‘serangan’ kolonialisme di negaranya;

Kedua, mengecoh atau menyesatkan si target (negara koloni) terutama elit dan kaum mayoritas agar tidak fokus kepada permasalahan pokok/utama bangsanya. Istilahnya, gaduhkan di hilir supaya abai terhadap masalah hulu.

Abstraksinya sederhana, apabila zaman old modus devide et impera itu membenturkan secara fisik unsur-unsur dalam masyarakat, misalnya mengadu antara Syi’ah Vs Sunni, pribumi melawan nonpri, atau membenturkan antarsuku, golongan, dan lain-lain akan tetapi sifatnya nonpermanen. Tidak tetap. Sedang zaman now, proses adu domba dilaksanakan secara nonfisik —senyap— lagi bersifat permanen melalui sistem negara. Satu contoh saja (meski banyak contoh lainnya) yaitu diubahnya mekanisme pemilu menjadi pilihan langsung (one man one vote) dari mulai pilkades, pilkada hingga pilpres, sesungguhnya telah membelah bangsa ini menjadi berkubu-kubu padahal dahulu terkenal guyup, rukun, ramah, dan toleran terhadap kebhinekaan. Artinya apa, bahwa perangkap devide et impera telah diletakkan oleh kaum kolonial secara asimetris dan permanen, sedang segenap bangsa ini tak menyadari. Inilah yang kini berlangsung. Tidak ada yang abadi di Bumi Pertiwi melainkan devide et impera.

Silahkan saudara-saudara mencermati serta memikirkannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here