Beranda NASIONAL BANDUNG Sulap Flared Gas Jadi Bahan Bakar Kendaraan

Sulap Flared Gas Jadi Bahan Bakar Kendaraan

500
0
BERBAGI
VOB (SAUARABANDUNG) –  Black & Veatch bersama dengan mitra aliansinya, Emerging Fuels Technology, Inc. (EFT) belum lama ini memperkenalkan FLARE BUSTER, sebuah solusi pemanfaatan gas suar bakar (flared gas) menjadi minyak mentah sintetis atau bahan bakar kendaraan.

Untuk diketahui, Black & Veatch adalah perusahaan employee-owned (sahamnya dimiliki karyawan) yang merupakan pemimpin global dalam membangun Critical Human Infrastructure di bidang Energi, Air, Telekomunikasi dan Layanan Pemerintahan. Sejak 1915, mereka telah membantu para klien untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lebih dari 100 negara melalui konsultansi, keahlian teknis, konstruksi, operasional, danmanajemen program. Pendapatan Black & Veatch pada tahun 2014 mencapai US$3 miliar.

Sedangkan Emerging Fuels Technology (EFT) merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada metode-metode untuk menghasilkan bahan bakar sintetis dan produk-produk khusus dari berbagai komponen seperti gas alam, biomasa, municipal solid waste(MSW), minyak yang diperoleh dari batu bara dan gas bio. EFT adalah salah satu otoritas terkenal di dunia untuk Fischer-Tropsch (FT) dan sintesa terkait, lisensi teknologi utama dan aplikasi peningkatan bagi paket 500 – 10.000 BPD.

FLARE BUSTER yang merupakan inovasi kolaborasi kedua perusahaan ini menerapkan sistem reaktor/katalis Advanced Fixed Bed Fischer-Tropsch milik EFT dan beberapa inovasi hemat biaya lainnya. Dengan inovasi ini, gas dari sumur (well head) yang terbuang dapat diubah menjadi minyak mentah sintetis bersuhu rendah yang dapat dipompa, sehingga dapat digabungkan dengan minyak mentah atau diubah menjadi komponen untuk menghasilkan bahan bakar kendaraan.

Teknologi ini dapat mengatasi terbuangnya gas alam akibat pembakaran suar (flaring) yang merupakan masalah global. Bank Dunia memperkirakan pada tahun 2013 saja, lebih dari 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas alam terbuang karena pembakaran suar di seluruh dunia. Jumlah gas alam sebanyak itu sebenarnya setara dengan 1,2 juta barel minyak mentah sintetis per hari apabila tidak terbuang.

Black & Veatch dan EFT telah mengembangkan desain untuk pembangkit portable dengan kapasitas produksi 500 dan 1,000 barel per hari (BPD) yang dapat diangkut mobil truk sehingga mampu menjangkau lokasi-lokasi terpencil. Setiap pembangkit dapat menghasilkan tenaga-nya sendiri dan tidak memerlukan air cadangan untuk pengoperasiannya.

“Inovasi FLARE BUSTER memberikan solusi kepada perusahaan migas dalam memanfaatkan zat hidrokarbon yang sebelumnya terbuang melalui pembakaran suar,”ujar Dave Hile, General Manager untuk bisnis minyak dan gas Black & Veatch.

“Inovasi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan migas untuk terus memproduksi minyak namun tetap tunduk pada peraturan pemerintah tentang larangan pembakaran gas suar. Terobosan teknologi EFT yang digabungkan dengan keahlian desaindan konstruksi Black & Veatch ini memberikan kesempatan emas kepada perusahaan-perusahaan migas dalam meningkatkan keuntungan seraya mengurang iemisi gas rumah kaca dengan menghilangkan pembakaran gas suar,” tambahnya.

“Konsep FLARE BUSTER merupakan hasil dari visi yang sudah dimulai bertahun-tahun lalu,” kata Ken Agee, President dari EFT.  “Inovasi dan teknologi baru yang terus bermunculan akhirnya memungkinkan terciptanya solusi ini. Pengetahuan teknis dan kemampuan eksekusi EPC Black & Veatch telah memfasilitasi perwujudan dan konsep ini menjadi kenyataan,” pungkasnya bangga. (AME/WAW).