Beranda NASIONAL BANDUNG Memahami Watak Flegmatis Pemerintahan Jokowi-JK

Memahami Watak Flegmatis Pemerintahan Jokowi-JK

168
0
BERBAGI

0LEH HENDRAJIT *)

Wartawan senior alm Rosihan Anwar selain pewarta ulung dan jeli pengamatannya dalam menangkap intisari kejadian, juga pandai mengkarakterisasikan beberapa figur politik Indonesia.

Salah satunya, Megawati presiden RI, yang dia gambarkan seorang yang flegmatis. Menurut kamus, phlegmatic berarti bersikap berdarah dingin. Kalau menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, flegmatis berarti: bertemparemen lamban, tidak mudah terangsang, dan punya kebiasaan yang sukar diubah.

Karakter model begini, kalau menurut amatan saya, biasanya punya kecenderungan untuk berani melawan arus, dan bahkan tidak populer, atas keputusan yang dia ambil. Bahkan ketika keputusan yang dia ambil itu dinilai publik tidak baik atau berdampak buruk.
Kalau melihat betapa ngototnya pemerintah untuk melanjutkan proyek kereta super cepat, saya yakin Presiden Jokowi sangat dipengaruhi oleh watak flegmatis Megawati dalam mempertahankan kebijakan mendukung proyek super cepat Jakarta-Bandung ini.

Saya kira aspek psikologis-politis pemerintahan Jokowi-JK harus kita pahami dalam perspektif ini. Sebab Watak flegmatis ini, pada perkembangannya, bukan sekadar mengindikasikan masih berperannya Mega dalam ikut mengatur dari belakang layar, tapi sekarang watak flegmatis Mega telah meraga dalam dalam tubuh pemerintahan Jokowi-JK itu sendiri.

Yang dicirikan antara lain: Sulit dimengerti dan sulit diduga, keras kepala, acuh tak acuh, ndableg, dan bahkan terkesan gaib dan serba mistis. Namun sisi menariknya, kadang melakukan hal2 yang sama sekali kita tidak perhitungkan. Punya kecenderungan bermain di luar pakem.

Tapi bagi saya, memahami karakter flegmatis dalam diri pemerintahan sekarang ini, setidaknya ke depan kita sudah punya gambaran bahwa pemerintahan ini dibangun atas dasar pola2 tertentu. Hanya saja memang karakter flegmatis pemerintahan Jokowi belum banyak dikenali banyak orang.

Jadi dalam menangani proyek kereta api super cepat Jakarta-Bandung, soal Revisi UU KPK, soal perpanjangan Freeport, sampai ke soal pergantian Kapolri, siap2 aja mencermati muncullnya hal2 yang tak terduga dan penuh kejutan, sebagai dampak dari watak flegmatis Mega yang sepertinya sudah meraga dalam tubuh pemerintahan Jokowi-JK. |

*) Executive Director at The Global Future Institute