Beranda NASIONAL HUKUM Masa Jokowi Bilang, Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono Tidak Melanggar HAM

Masa Jokowi Bilang, Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono Tidak Melanggar HAM

513
0
BERBAGI

VoB – Jokowi rupanya tidak ambil pusing dengan pihak-pihak yang mengkritik ditunjuknya mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, sebagai tim penasihat senior rumah transisi.

“Pak Hendro (sapaan akrab Hendropriyono) kenapa sih. Beliau (disana) supaya menasehati masalah intelijen. Kita perlu tahu, perlu ngerti,” ucapnya Senin (11/8/2014).

Pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan, kabar yang menyebutkan jika Hendropriyono terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), juga belum tentu benar dan baru sebatas dugaan. “Ya hanya itu kan katanya, belum tentu juga. Hal seperti itu kan repot juga,” ujarnya.

Jokowi mengakat sejumlah tokoh sipil dan militer menjadi penasehat senior di rumah transisi, diantaranya, Jendral AM.Hendropriyono, Jendral Luhut Binsar Panjaitan, KH.Hasyim Muzadi, dan Syafi’i Maarif. Tokoh-tokoh yang akan menjadi tim senior, dan akan menentukan pilihan dalam kabinet Jokowi nanti.

Memang, sebelumnya di media ramai dibicarakan tentang dugaan keterlibatan mantan Kepala BIN, Jendral AM. Hendropriyono terkait dugaan kasus Munir, dan peristiwa Talangsari, Lampung, saat Hendro menjadi Komandan Korem Garuda Hitam, di mana terjadi tindak kekerasan oleh aparat militer terhadap Talangsari, dan mengakibatkan hampir 400 orang ditembak dan sejumlah penduduk yang tewas, tak jelas kuburannya. Sumber kami menyebut anak salah satu korban yang kini ada di Bekasi mengatakan. Sampai kini Hendropriyono tidak kesentuh hukum. “kuburang korban Talangsari saja tidak tahu dimana keberadaannya, ada yang bilang 200 ada yang bilang 400 koraban, tapi satu juga juga manusia,”jelas salah satu anak korban yang engan disebutkan namanya.

Menyusul  keputusan Jokowi menunjuk mantan kepala BIN, AM Hendropriyono sebagai penasehat Tim Transisi mendapat sorotan dari para pendukung capres nomor urut 2 tersebut. Salah satu kritikan berasal dari putri aktivis Widji Thukul, Fitri Nganthi Wani.

Melalui akun Facebook resminya, ia mengingatkan Jokowi untuk tidak lupa terhadap janji semasa kampanye.

Fitri mengungkit kematian aktivis Munir sebagaimana nasibnya serupa dengan Widji Thukul. Ketika itu, Munir meninggal dalam pesawat yang membawanya menuju Amsterdam. Anggota BIN disebut-sebut berada di balik kejadian itu, dan Hendropriyono adalah kepala BIN saat Munir tewas diracun.

Berikut surat terbuka Fitri kepada Jokowi yang diposting pada Senin (11/08).

***

Masih ingat ini kan Pak? :’)

Bapak sendiri lho yg bilang #JokowiMenolakLupa.

Ketika semua orang bikin avatar “I Stand On The Rights Side”, sy lebih suka bikin avatar dengan tulisan “I Am On The Human Right Side And I Stand With Joko Widodo”

b1

Bapak ngerti kan maksud sy? Melawan lupa tidak jauh2 dari melawan luka, pak. Dan itu harus tanpa perkecualian. Bisa dipahami kan pak?

Revolusi mental sebuah negara dimulai dari menghargai nyawa rakyatnya meskipun cuma 1 nyawa, pak. Jika bapak ingat bapak saya, jika bapak memakai puisi bapak saya untuk melawan puisi kubu Prahara, tolong ingat Alm.Munir juga pak.

Alm.Munir juga punya jasa besar dalam perkembangan kasus bapak saya. Dan dia dibunuh! Dibunuh karena memperjuangkan hak asasi manusia, termasuk hak asasi bapak saya. Bapak tau juga kan siapa pembunuhnya? Bapak tau kan bagaimana negara menyepelekan kasusnya?

Hindari budaya perkewuh dan tak berdaya karena pernah dibantu orang pak. Jadilah objektif pak. Sensitiflah terhadap mereka yg berpotensi punya lidah penjilat dan membahayakan diri bapak. Sy tau bapak masih bisa diandalkan. Sy tau bapak masih bisa kami cintai. Karena bapak hanyalah satu2nya, berbeda dgn yg lain.. :’)

Saya harap ini hanya ujian yang mengasah keimanan bapak. Dan semoga ujian ini cepat berlalu karena melihat bapak seperti ini kami turut tersakiti pak.

Di tanganmu ada harapan kami, jangan remukkan itu.

Salam Ingatan.

cc: Ir H Joko Widodo, Joko Widodo, Eko Sulistyo

Nah loh…

(VoB/VIC/M)