Beranda NASIONAL BANDUNG Mantan Menteri Teriak, Banyak yang Terima Amplop dari Freeport

Mantan Menteri Teriak, Banyak yang Terima Amplop dari Freeport

932
0
BERBAGI

VOB (SUARABANDUNG) – Polemik terkait kabar perihal perpanjangan kontrak PT Freeport, terus bergulir. Meski hal tersebut sempat langsung di bantah oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), dalam keterangannya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/10), namun polemik tersebut masih terus bergulir.

Mantan menteri pada masa orde baru yang masih aktif di kancah politik, Fuad Bawazier, pun angkat bicara. Bawazier mengaku cukup senang dengan peran Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, yang ikut menjaga dan mengkritisi rencana perpanjangan kontrak karya Freeport.

“Kontrak Freeport ini menarik karena sebenarnya Freeport tidak mau tunduk pada UU Minerba No.4 Th 2009 dengan alasan sudah ada Kontrak Karya (KK) 1991 yang merupakan hasil perpanjangan sekaligus perluasan areal tambang. Saya tahu banyak tentang perpanjangan tahun 1991 tersebut, sebab pada saat itu saya ikut mewakili pihak pemerintah,” kata Bawazier, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).

Namun menurut Bawazier, meski mengaku tunduk, dalam prakteknya Freeport juga tidak mematuhi isi KK 1991 tersebut. “Jadi maunya Freeport apa? Kok pemerintah tidak tegas mengenakan sanksi pada Freeport? Dulu DPR Juga pernah membentuk Panja Freeport tapi gembos. Kabarnya karena ditebarin amplop,” ujarnya.

Bawazier sendiri mengaku, saat itu sempat tiga kali dipanggil Panja DPR yang kerap kali dibatalkan sehari sebelumnya. “Akhirnya saya yakin pada diri saya sendiri bahwa rencana pemanggilan saya oleh Panja itu hanya untuk nakut-nakuti Freeport atau alat bargaining. Kini Sudirman Said mau memperpanjang KK 1991, padahal belum waktunya. Kenapa buru-buru mau diperpanjang? Ada apa? Harus transparan apa isinya?,” tandasnya.(DSU/GE/vob)