Beranda NASIONAL BANDUNG Kota Bandung Direndam Banjir, Bukan Karena Kang Emil di Amsterdam, Tapi ini...

Kota Bandung Direndam Banjir, Bukan Karena Kang Emil di Amsterdam, Tapi ini Penyebabnya Bandung Utara Gundul…

418
0
BERBAGI

SUARABANDUNG / VB – Foto Penandatanganan Kerjasama dengan Reinwart Insitute Belanda, terkait pemulangan artefak/dokumen sejarah kota Bandung di akun Facebook Ridwan Kamil Wali Kota Bandung  ini dalam rangka Mang Emil melakukan kegiatan kedinasan di Amsterdam dan Leiden selama dua hari. Ini terlihat lewat linimasa Facebook, Sabtu (22/10) malam,

emil1Kang Emil menyampaikan bahwa kunjungan ke Belanda tersebut membuahkan beberapa hasil untuk kepentingan Kota Bandung. “Rencana pemulangan artefak/dokumen/foto-foto sejarah Bandung yang 80 persen berada di Belanda yang akan dijadikan bahan dokumen/artefak di Museum Sejarah Bandung yang sekarang sedang dibangun oleh Pemkot Bandung di Jalan Aceh,” kanya melalui akun Facebook Ridwan Kamil.

Kang Emil juga mengunggah beberapa foto terkait pemulangan dokumen dan artefak tersebut. Di antaranya sebuah peta Bandung di tahun 1780 dan foto sebuah bangunan tua di Bandung.

Salah satu dokumen yang berhasil dibawa pulang dari Belanda berupa peta Bandung di tahun 1780. (Foto: Facebook/Ridwan Kamil)

Berikut Ridwan Kamil menyebutkan 4 poin hasil kegiatan kedinasannya di Belanda seperti dikutip dari akun Facebook-nya;

Melaporkan kepada warga Bandung, beberapa kegiatan kedinasan selama 2 hari di Amsterdam/Leiden:

1. Finalisasi teknis rencana hibah 5 juta Euro dari pemerintah Belanda dan perusahaan Vitten Evides untuk pengembangan PDAM Bandung

2. Rencana pemulangan artefak/dokumen/foto2 sejarah Bandung yang 80 persen berada di Belanda yang akan dijadikan bahan dokumen/artefak di Museum Sejarah Bandung yg sekarang sedang dibangun oleh Pemkot Bandung di jalan Aceh

3. MOU bantuan manajemen Museum Sejarah Bandung oleh Kota Amsterdam dan Reinwart Insitute

4. Persiapan Beasiswa magister atau S2 bagi PNS Bandung dan warga Bandung untuk bidang infrastruktur dari TU Delft.

#bandungjuarabanjirna 

Namun saat foto unduhan dalam Meme yang beredar di WAG bergambar  seorang presenter, seorang tokoh manajemen UI dan Gubernur Jawa Tengah menjadi viral saat Bandung kebanjiran. lihat dua foto dibawah ini. Menghilangkan informasi itu seketika.

Sebuah diksi yang ironis berat dan atas peristiwa berbunyi. Walikota Jalan-Jalan Kotanya Kebanjiran dengan #bandungjuarabanjirna 

img-20161024-wa097

Maka saat hujan dengan berintensitas tinggi mengguyur Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin siang (24/10/2016)i menyebabkan jalan-jalan utama di Kota Bandung terendam banjir. Kawasan Pasteur adalah wilayah yang paling parah terkena dampaknya. Sumber Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di sepanjang jalan utama itu, air sudah menutup jalan seperti sungai.  “Kawasan di Jalan Pasteur terendam banjir hingga ketinggian 160 cm. Begitu juga di Jalan Pagarsih tinggi banjir 150 cm dan Jalan Nurtanio setinggi 120 cm. Banjir mengalir dengan cepat dan semua drainase perkotaan meluap. Saluran drainase perkotaan tidak mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga terjadi banjir,” jelas Sutopo dalam rilisnya, Senin (24/10/2016).

Dalam viral juga sejumlah kendaraan dan motor yang sedang melintas di jalan terendam banjir dan bahkan ada vide sejumlah kendaraan tergerus arus air deras, seperti layaknya diterjang tsunami kecil di Bandung ini. Sejumlah kendaraan yang parkir di Mall BTC terendam banjir.

Berdasarkan laporan awal dari BPBD Provinsi Jawa Barat, banjir menyebabkan ratusan rumah terendam banjir. Ada rumah yang rusak akibat tergerus banjir di bantaran Kali Cilimus. Banjir juga menjebol pagar SMAN 9 Bandung sehingga merendam ruang kelas dan ruang guru sekitar 90 cm, seklah yang belum lama ini Kepala sekolahnya di pecat Ridwan Kamil.

“Saat ini sebagian banjir telah surut. Kondisi topografi yang miring menyebabkan banjir cepat surut. Masyarakat membersihkan rumah dari lumpur. Pendataan masih dilakukan,” demikian laporan awal dari BPBD Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu akun twitter 

Meng kicaukan: Permohonan maaf kami. Upaya pengurangan banjir sdh dilakukan dr thn lalu (foto terlampir),namun ternyata blm memadai. Kami akan trs berupaya.

Dengan ditampilkan sejumlah mozaik foto emil2

Ada yang menarik dalam laman dishut.jabarprov.go.id berjudul KBU Rusak, Bandung dalam Incaran Bencana. Judulnya ini menarik dan membuktikan Bandung terkena bencana Banjir. Perundangan Dimentahkan Kepentingan Jangka Pendek Bandung semakin terancam kesinambunganya. Salah satunya karena lingkungan hidup kawasan Bandung Utara atau KBU sebagai kawasan lindung telah terdegradasi.

Anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Sobirin dikutis situs itu kamis (20/9). “Sebenarnya, KBU yang terletak lebih tinggi dari Kota Bandung sangat strategis sebagai benteng lingkungan kota,”ujarnya.

Musim kemarau akan segera berakhir, berganti dengan musim hujan, tetapi daerah seputar Bandung utara makin gundul. Jika curah hujannya sangat tinggi, bahaya mengancam masyarakat dikawasan air tersebut. Waktu bersiap menghadapi bencana yang mungkin timbul tinggal sebulan.

Kegundulan daerah Bandung utara tampak jelas dari kawasan Punclut dan Dago, Kota Bandung. Berhektar-hektar lahan berwarna coklat karena tidak ditumbuhi pepohonan. Padahal, diseputar wilayah tersebut, dari mulai puncak hingga tebingnya, terdapat permukiman warga. Dikhawatirkan ketika musim hujan tiba, terjadi longsor yang mengancam jiwa penduduk.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Bandung Henri Surbakti, musim hujan akan terjadi pada pertengahan Oktober 2007. Namun, dibandingkan dengan Bandung Utara, Timur, dan Barat karena perbedaan vegetasi dan tipe hujanya, Bandung Selatan akan lebih dulu hujan.

Curah hujan di Bandung pada pertengahan Oktober sekitar 85-115 persen dari rata-rata curah hujan daerah tersebut. Puncak musim hujan terjadi pada Desember hingga Februari 2008.

Luas KBU mencapai 38.550 hektar. Daerah ini mencakup 21 Kecamatan dan III desa/kelurahan diKabupaten Bandung. Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Cimahi. Perundangan dimentahkan kata Sobirin mengungkapkan, tidak kurang dari II produk perundangan di coba untuk mengendalikan pembangunan di KBU.

Namun, semua itu dimentahkan oleh pola pembangunan yang lebih mengedepankan kepentingan ekonomi jangka pendek.

Menurut dia, terdapat salah pemahaman tentang KBU. Beberapa pihak, terutama pemerintah, mengatakan pembangunan di KBU diperbolehkan karena daerah tersebut bukan resapan air. Akibatnya, 75 persen KBU rusak dan gundul karena intervensi pertanian dan permukiman.

Bagi Sobirin KBU harus dilindungi karena merupakan daerah tangkapan hujan yang dapat menjaga kesinambungan kota. Jika pembangunan di KBU dibiarkan, Kota Bandung terancam bancana bencana iklim dan lingkungan. “Saat musim hujan, terjadi banjir. Saat musim kemarau, terjadi kekeringan,”katanya.

Hal senada dikatakan Ketua DPKLTS Mubiar Purwasamita. KBU memiliki panorama dan pemandangan indah. Ini kemudian mendorong warga dan pengembang untuk membangun hotel berbintang, restoran internasional, tempat rekreasi, dan bahkan permukiman.

Mubiar mencatat, lenih dari 2000 hektar lahan konservasi Kecamatan Lembang telah dipenuhi bangunan. Bahkan tahun 200, Situs Persatuan Perikanan Indonesia (PPI) telah diuruk. Bila mengacu pada rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung, yang diizinkan menjadi bangunan hanya 1.035 Hektar.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat Dadang Suharja mengatakan, persoalan utama yang menyelimuti RTRW Kota Bandung adalah kurang pahamnya pelaku pembangunan atas substansi RTRW.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung Tjetje Soebrata menuturkan, pembangunan di KBU memang diperbolehkan, tetapi harus sesuai dengan aturan. Bangunan tidak boleh berdiri dilahan yang kemiringannya lebih dari 20 derajat. Kedua, luas bangunan hanya 20 persen dari lahan yang dimiliki. Nah itulah yang terjadi sehingga Bandung Banjir. Harusnya para petinggi ini paham jangan lakukan renovasi tapi hendaknya prvetif lah yang dilakukan. Bukannya mereka itu yang bicara para pakar sudah ingatkan?

Jadi jika dibiarkan maka Bandung akan teremdam karena hutan di utara sudah penuh villa, hotel para elit berduit tebal. Ayo selamatkan Bandung. Jangan samapai serti foto-foto atas kasus Banjir dibawah ini terulang kembali.

img-20161024-wa070

img-20161024-wa080img-20161024-wa065img-20161024-wa069img-20161024-wa068img-20161024-wa061

 Foto-Foto dari berbagai sumber WAG

|VoB/ATA/data riset dbs