Beranda NASIONAL BANDUNG Kopassus: Ada yang Ingin Memecah-belah TNI

Kopassus: Ada yang Ingin Memecah-belah TNI

564
0
BERBAGI

VoB – Para purnawirawan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) marah kepada mantan Menhankam/Panglima ABRI (Purn) Jenderal Wiranto, terkait pernyataan Wiranto soal surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira. Karena, kata-kata yang disampaikan Wiranto dianggap bikin panas dan seolah mengadu domba prajurit di tataran bawah.

“Kami datang bukan masalah orasi dan dukungan. Kami para purnawirawan ini tersinggung oleh Wiranto, oknum para jenderal, karena tidak bicara dengan tegas dan hanya adu domba serta memecah belah. Kami di akar rumput mulai panas. Ingin seolah-olah kami berperang lagi,” ujar Juru Bicara Purnawirawan Kopassus Kolonel (Purn) TNI Ruby di Djoko Santoso Center, Jakarta, Sabtu (21/6).

Mestinya, tambah Rubi, Wiranto menjadi teladan bagi prajurit di bawahnya, justru  hal itu tidak ia lakukan. “Kapan saja, kami siap mencari Wiranto di mana pun, baik di rumah maupun di kantornya,” kata Ruby, yang mantan Dantim I Kompi 13.

Menurut Ruby lagi, mereka akan terus melakukan tindakan tegas agar Wiranto tidak lagi memecah-belah mental para prajurit. Ruby juga mengatakan, mereka tidak akan tinggal diam jika Wiranto terus mengumbar pernyataan yang tidak bertanggung jawab. “Kalau dia terus memberikan pernyataan, kami akan cari dia, di mana dia ada kami akan cari. Kalau dia diam, kami akan diam,” ucapnya.

Mereka juga berjanji akan mengejar siapa saja yang dianggap sebagai pengkhianat bangsa, termasuk Wiranto. “Hari ini kami akan bergerilya. Kami akan mencari orang-orang yang berbicaranya tidak bertanggung jawab. Orang yang menjadi pengkhianat bangsa akan kami cari mulai saat ini,” katanya.

Menurut Ruby, mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto merupakan pihak yang paling bertanggung jawab pada peristiwa Mei 1998. “Beliau memerintahkan untuk membumihanguskan Jakarta dan Timor Timur. Kami adalah saksi hidup,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, para punawirawan pasukan khusus Indonesia tersebut juga mendeklarasikan dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Ruby mengungkapkan, deklarasi tersebut mewakili dukungan mantan Kopassus se-Indonesia terhadap Prabowo-Hatta. “Mantan Baret Merah seluruh Indonesia pilih Prabowo-Hatta adalah harga mati,” kara Ruby.

Wiranto sendiri sebelumnya pernah bicara terkait tudingan dirinya terlibat dalam kasus kerusuhan Mei 1998. Ia mengaku beberapa waktu terakhir ini seolah disudutkan dengan tudingan dalam kasus penculikan aktivis dan penembakan mahasiswa.  Menurut Wiranto, saat kejadian itu, dia selaku Panglima ABRI telah melakukan pencegahan dan menginstruksikan untuk mengusut siapa pun, baik dari sipil maupun militer, yang terlibat kerusuhan Mei 1998. “Sebagai Panglima ABRI saat itu, secara otomatis saya terlibat. Bukan sebagai dalang, namun sebagai pihak yang tidak melakukan pembiaran,” kata Wiranto di Jakarta, 19 Juni lalu.

Wiranto mengatakan, bila dia terlibat sebagai dalam kerusuhan, sudah dipastikan negara hancur. Karena, sebagai Panglima ABRI saat itu, dia memiliki kekuatan untuk menggerakkan pasukan. “Kerusuhan pasti akan berlarut larut, seperti di Thailand, Mesir, dan Suriah,” ujarnya.

Untuk mengendalikan situasi, kata Wiranto lagi, ia sebagai Panglima ABRI antara lain menarik pasukan Kostrad dan Marinir dari Jawa Timur untuk mengamankan situasi. “Dalam waktu tiga hari situasi berjalan kondusif,” tuturnya.

Dalam masa pemilihan presiden 2014 ini terasa sekali hawa panas-nya dan tampaknya memang sedang ada yang mau mengadu domba Tentara Nasional Indonesia, penjaga garis depan negara ini. Karena itu, sebaiknya semua pihak menahan diri agar tidak tersulut emosinya. Karena, kalau TNI pecah, siapa yang akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengingat banyak sekali pihak yang ingin mengangkangi negara kepulauan terbesar di dunia ini?  | sumber: DJE/ASN-010 – www.ASATUNEWS.COM