Beranda NASIONAL HUKUM KISAH LALU, DAHSYATNYA INTERVENSI ASING/ASENG DALAM PILPRES 2014

KISAH LALU, DAHSYATNYA INTERVENSI ASING/ASENG DALAM PILPRES 2014

5
0
BERBAGI

Inilah 🇮🇩🇮🇩 KILAS BALIK Pilpres 2014 : DAHSYATNYA intrvensi ASING/ASENG dalam PILPRES 2014🇮🇩🇮🇩

Dua media Australia “The Age” dan “Sidney Herald Morning/SHM” memuat berita dari “kabel rahasia” Scott Marciel Dubes AS di RI yang dibocorkan Wikileaks. Marciel melaporkan ke Menlu AS tentang dugaan korupsi & ”abused of prower” oleh SBY.

Di pemberitaan The Age dan SHM disebutkan, Marciel menuduh Presiden SBY telah menerima uang dalam jumlah besar dari konglomerat Tionghoa. Nama-nama penyuap juga dicantumkan oleh kedua media Australia itu.

SBY juga dituduh menggunakan BIN untuk memata-matai lawan politiknya. Presiden SBY juga dituduh Marciel telah menyalahgunakan kekuasaan dengan menghentikan penyidikan dugaan korupsi Taufik Kemas, Ketua MPR saat itu. SBY membantah keras dan menyebut laporan Dubes AS itu sebagai fitnah keji. SBY kemudian menelpon Obama. Masalah pun selesai.❗

Publik menganggap masalah laporan Scott Marciel Dubes AS di Jakarta kepada Menlu AS sdh selesai. Namun, diduga pengungkapan bocoran Wikileaks oleh dua media Australia itu adalah “decoy” atau umpan agar SBY tunduk patuh memenuhi permintaan AS terkait Pilkada Jakarta 2012.

Menunjuk bocoran Wikileaks 15 Maret 2007, AS sudah menyetujui usulan China untuk melakukan sekulerisasi umat islam Indonesia. AS dan China juga sudah setuju usulan agar walikota Solo disiapkan untuk jadi presiden RI mendatang.

Pejabat2 AS mulai level Konjen, seperti Stanley Harsja, level dubes Ralph Boyce hingga level Menlu : Condolliza Rice – Hilary Clinton bolak balik menemui walikota Solo dalam rangka mempersiapkan beliau menjadi POTRI : President of The Republic Indonesia. Karena Presiden SBY bukan sekutu Partai Demokrat (Obama/Clinton) melainkan sekutu Partai Republik AS, “kerjasama dan dukungan” SBY terhadap rencana AS-China sulit didapatkan tanpa ada “tekanan”.

Pemberitaan “The Age” dan “SHM” menjadi alat penekan Obama agar SBY mau bekerjasama. Terbukti tekanan Obama terhadap SBY manjur.

Pada Pilkada Jakarta 2012, Presiden SBY meski menjagokan Foke-Nara, namun tidak berbuat apapun untuk mencegah kemenangan JkW-Ahok. Malah SBY ikut dukung pencitraan Jokowi dengan memesan ESEMKA dan suruh menteri rame-rame pesan ESEMKA bodong itu.

Kecurangan, fitnah, propaganda bohong kubu cebong dibiarkan saja oleh rezim SBY. Bahkan korupsi-korupsi kandidat Pilgub DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke aparat dicegah SBY untuk diproses lebih lanjut.

SBY penuhi permintaan AS dan China untuk memenangkan kandidat proxy Aseng-Asing itu.

Tak lama setelah jadi Gubernur, JkW ditemui Dubes Scott Marciel, tanggal 9 Jan 2013 di Balaikota. Secara resmi kunjungan tersebut adalah “Courtessy Visit”.

Sebenarnya, menyampaikan rencana selanjutnya untuk sang gubernur : running to President Election 2014. “SBY promised to support us”

Seminggu kemudian, tanggal 16 Januari 2013, Marciel menemui SBY membawa pesan POTUS Obama : AS minta jaminan SBY agar sang proxy dapat dipastikan jadi POTRI pada election 2014. Marciel juga sampaikan undangan Obama ke SBY untuk datang ke White House Mei 2013. SBY kembali mengulangi komitmennya

Namun unutk memenuhi undangan Obama ke White House, SBY minta bantuan Marciel membuat “tirai penutup” agar maksud sebenarnya SBY ke AS, yaitu memastikan kemenangan JkW di Pilpres 2014 tidak diketahui rakyat Indonesia. Marciel sanggupi permintaan SBY tersebut.

SBY sendiri mempersiapkan pengecohan agar keberangkatannya ke AS tidak dicurigai rakyat Indonesia : Kunjungan ke Swedia dan acara Panel Tinggi PBB.

Dubes Marciel membawa berita baik : SBY menerima penghargaan Tokoh Toleransi Beragama dari Yayasan Yahudi di New York, AS.

Klop❗

Pada tanggal 26 Mei 2013, SBY dengan rombongan sangat terbatas, terbang ke Swedia. Setelah itu langsung ke New York. Disambut elit Partai Demokrat AS, juga ex-Menlu Henry Kissinger.
Rapat membahas rencana Jkw jadi Presiden RI. Setelah selesai urusan suksesi RI, baru terima penghargaan.

Hebatnya, SBY tidak hanya menjadi pendengar dalam rapat tersebut. Beliau juga memberi pandangan, saran, koreksi, dan ikut merumuskan strategi pemenangan Jokowi di pilpres 2014.

Obama, Clinton, Kissinger memuji SBY sebagai sahabat yang sangat cerdas, bijaksana dan kooperatif.

Usai meeting dengan elit Partai Demokrat AS, Presiden SBY langsung telp Wapres Budiono untuk ditugaskan menyampaikan pesan SBY kepada Taufik Kemas/Ketua MPR, suami Megawati/Ketum PDIP

1. PDIP segera usung JkW
2. PDIP agar koalisi dengan Partai Islam
3. SBY komit bantu meski di luar

Wapres Budiono segera kontak Taufik Kemas. Minta kepastian TK bisa hadir pada acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2013 di Ende NTT.

TK menyampaikan konfirmasi kehadirannya pada acara tersebut di Ende, NTT bersama Wapres Budiono. Di Ende, Budiono sampaikan pesan SBY kepada TK.

Jauh sebelum SBY ke AS, beliau sudah bertemu dengan LBP-AMHP dkk membahas strategi pemenangan Jokowi 2014. Moeldoko kader LBP-AMHP dipromosikan SBY sebagai Wakasad pada 25 Jan 2013 , lalu sebagai Kasad pada Mei 2013, kemudian sebagai Panglima TNI pada Agustus 2013. Bukti bahwa SBY serius … sungguh-sungguh bantu Jokowi menang.

Julukan RESI kepada SBY memang tidak berlebihan. Sangat sedikit orang tahu niat SBY sebenarnya. Elit Partai Demokrat juga tidak tahu. Mungkin Bu Ani juga tidak tahu. SBY disiplin dalam menyembunyikan niat. Ini kunci sukses SBY sebagai politisi jenius paling mumpuni di Indonesia.

Karena kejeniusannya, SBY dapat membaca situasi. Kunjungan rutin banyak petinggi AS ke Solo sejak 2008-2012 mudah dibaca SBY sebagai keseriusan AS mendukung Jokowi di Pilpres 2014.

SBY dan TK adalah 2 tokoh Indonesia yang pernah terlibat di tengah pusaran KG sebagai objek dan subjek politik. Mereka paham banget, jika AS sudah intervensi ke Pilpres negara lain, dampaknya dahsyat dan jarang kalah. Jarang meleset. TK dan Mega pernah jadi korbannya di Pilpres 2004.

Pilpres 2004 Mega dan TK sudah pesimis menang, ketika mengetahui dukungan AS (Bush-P Republik) diberikan kepada SBY

Mega jadi presiden didukung RRC dan AS (Clinton-P Demokrat). *AS terlibat dalam menjadikan SBY pemenang Pilpres 2004. Kemenangan SBY di periode 2009, juga karena menjaga hubungan baik dengsn AS.

Sekarang mungkin hanya kodok yang gak tahu bagaimana luar biasanya pengaruh intervensi konspirasi global terutama AS pada Pilpres negara lain termasuk RI.

Setelah kembali dari AS, SBY memastikan memanggil Ketua Umum PKB @MuhaminIskandar untuk mengupayakan agar PKB menjadi salah satu partai islam yang bergabung dalam koalisi partai pengusung Jokowi supaya resistensi umat islam tidak jadi penghalang kemenangan JkW.

Dapat dibayangkan, jika PKB tidak ikut koalisi mendukung Jokowi dari tahap awal, cak imin sudah lama jadi target KPK-RI untuk dijebloskan ke Bui. Dugaan korupsi Cak Imin diamankan berkat patuh pada saran SBY.❗

Belum lengkap bukti korelasi korupsi e-KTP dan hilangnya 72 juta keping blanko e-KTP 2012 lalu dengan rencana SBY-China-AS memenangkan Jokowi di Pilpres 2014. Mudah-mudahan tahun depan informasinya sudah masuk semua.

Pada korupsi e-KTP, penyidikan di KPK_RI dan perhatian rakyat diarahkan ke titik yang salah. Esensi korupsi e-KTP bukan pada suap-menyuapnya. Itu mah receh

KPK – rakyat sedang menari di irama gendang pihak lain. Sejumlah 72 juta keping e-KTP dan database 172 juta pemegang e-KTP adalah kunci.

Kembali ke Taufik Kemas. Beredar dugaan di kalangan terbatas. Kematian beliau erat kaitannya denagn status beliau sebagai penerima dan penyampai pesan SBY kepada Megawati dan TK sebagai sumber pesan bocor. Beliau wafat 3 hari setelah menyampaikan pesan SBY kepada Mega.

Paman Mega, JMS adalah orang yang paling mengetahui misteri di balik semua ini.

Atau mungkin juga JMS tidak sadar bahwa dia tahu. Kalau gitu, tanya saja deh pada Mega … wkwkw

Banyak bukti bahwa SBY membantu Jokowi menang 2014❗, Namun harus kita pahami sebagai keterpaksaan, karena tekanan AS-China❗

Di tengah tekanan itu SBY diam-diam juga membantu partai-partai islam yang sudah babak belur kena torpedo KPK. Perolehan suara partai-partai islam dikatrol SBY.

Say thank’s SBY !

Jika SBY tidak katrol perolehan suara partai-partai islam, maka PAN, PKS, PPP pasti tidak lolos PT.

PDIP yang seharusnya meraih suara 37%, bakal melejit menjadi 45%, karena mendapat limpahan suara Partai-Partai Islam yang tidak lolos PT

SBY mencegah kiamat politik itu terjadi

Thank’s to SBY

Jadi merasa aneh, kalau PKS, PPP, PAN, PKB menyerang SBY, sebab Tanpa bantuan SBY di pemilu 2014, semua partai islam tidak lolos PT ??? Itu bisa berkonsekuensi :

Tidak punya wakil di DPR
Tidak punya wakil yang jadi menteri
Manyuun 5 tahun 😩

Menilai SBY tidak bisa hitam putih … harus komprehensif agar objektif

Bantuan SBY mendongkrak suara partai islam dan menggerus suara PDIP di Pemilu 2014, ketahuan oleh LBP-AMHP. Mereka khawatir SBY akan berbuat sama dengan yang dilakukannya di Pilpres 2014. Mereka khawatir SBY mengkhianati Jokowi.❗

Mereka tidak tahu SBY-Obama/Clinton sudah saling sepakat. SBY jago simpan rahasia. Jika ingat kasus penangkapan Danramil Gambir, kontroversi siaran pers TNI dan pemecatan Kasad Jend Budiman pada tahun 2014 lalu.

Semua itu ekses dari manuver LBP-AmHP, yang khawatir SBY ingkar janji memenangkan Jokowi.

Sudah begitu luar biasa pencitraan Jokowi, luar biasa dana, luar biasa dukungan media, dukungan KG, dll.

Tapi aneh bin ajaib, @prabowo ternyata masih unggul dari Jokowi❗

Prabowo 54%
Jokowi 46%

Maka terpaksalah SBY membiarkan kecurangan Pilpres 2014 untuk wilayah pemilihan Jateng, Jatim, dan Papua.

Data Cikeas Center yang melakukan tabulasi dan rekapitulasi hasil suara dari seluruh TPS di Indonesia melalui Babinsa-TNI yang sempat 18 menit dipublikasikan srcara terbatas, terpaksa ditarik kembali.❗

Prabowo 54%
Jokowi 46%

KPU jungkir-balik merekayasa hasil perolehan suara. Jokowi menang❗

Ketua KPU Husni Malik mendadak wafat, ketika mendesak audit investigasi hasil Pilpres 2014. Dia menuntut sesuatu yang super sensitif. Dia “off side”.

Pilpres dan Pemilu 2019 tidak akan bermakna, apabila 72 juta keping blanko e-KTP yang hilang tidak ditemukan

Suara rakyat dibajak oleh penjahat Pemenang Pemilu dan Pilpres 2019 adalah pihak pengguna 72 juta keping blanko e-KTP. Rakyat digiring melihat ke arah yang salah

Waspadalah❗

Asumsi Ceteris Paribus : dengan elektabilitas Jokowi hanya 32%, beliau diprediksi bakal mengalami kekalahan di Pilpres 2019

Mudah-mudahan JkW nanti tidak membiarkan stafnya mengulangi kecurangan-kecurangan Pilpres yang lalu dan ikhlas menerima kekalahan, kalau kalah di Pilpres 2019

vox pupoli vox Dei

Semoga JkW dan SBY sekali ini saja mampu bersikap negarawan, ketika hasil pilpres 2019 di luar prediksi mereka.
Demikian juga dengan LBP Edo

Incipit pars finita pietate erga statum | dbs/VoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here