Beranda NASIONAL BANDUNG Kenduri 80 Tahun Saini KM, Sastrawan Indonesia

Kenduri 80 Tahun Saini KM, Sastrawan Indonesia

12
0
BERBAGI

SUARABANDUNG, VoB – Ikatan  Alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung gelar 80 Tahun Saini KM. Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam sejarah dan peta kebudayaan tanah air. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki ragam budaya dan banyak tokoh budaya dengan karyanya menjadi karya abadi. Kita patut bangga dan menghargai nilai-nilai luhur karya itu untuk dijadikan satu peristiwa penting dalam setiap keragaman budaya yang ada.

“SAINI KM MERUPAKAN SALAH SATU SOSOK YANG TIDAK BISA DILUPAKAN DALAM SEJARAH PEMAJUAN KEBUDAYAAN INDONESIA. BUDAYAWAN PRODUKTIF INI TELAH BANYAK MENULIS NASKAH DRAMA, PUISI, CERITA RAKYAT, NOVEL DAN ESAI,” UJAR HERMANA HMT KETUA TIM RELAWAN KEGIATAN 80 TAHUN SAINI KM.

Lebih lanjut Hermana mengatakan bahwa tahun 2018 ini usia Pak Saini menginjak 80 tahun dan kami sebagai murid sangatlah memberikan satu tanda, dan Saini KM memang layak mendapat penghormatan ini.

“Yakni sebuah penghargaan terhadap dedikasi dan karyanya yang sudah memberi banyak kontribusi bagi dunia seni di tanah air,” ungkapnya.

Adapun bentuk penghormatan dalam 80 Tahun Saini KM ini kata Hermana kami akan gelar pertunjukan karya Saini KM, Lomba dan Bacaan puisi karya Saini KM, Musikalisasi Puisi karya Saini KM, Drama Tari, Penerbitan Buku,  Pemberian Award tehadap Saini KM dan sejumlah kegiatan lainnya.

“Tema besar kami,Saini KM: Guru, Humanis dan Inspirator diusung sabagai perhormatan pada Saini KM yang usianya sudah menginjak 80 tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Hermana mengatkan tema inipun mengingatkan bahwa Saini KM tidak semata melahirkan karya besar, dibalik itu ia juga seorang pendidik. Buah pikirannya banyak meinspirasi dan lewat tangannya terlahir seniman teater dan sastrawan besar yang sampai saat ini turut menghidupkan khazanah budaya Indonesia.

“AURA KESEDERHANAAN TERPANCAR DARI SOSOK SAINI KM MENJADI SURI TAULADAN BAGI PENGGIAT SENI DAN BIROKRAT TEMPAT IA MENGABDI,”URAI HERMANA.

Masih kata Hermana bahwa Panitia 80 Tahun Saini KM mengajak publik budaya jika akan terlibat kami terbuka dan mari merayakan 80 Tahun Saini KM ditempat masing-masing baik, kampus, komunitas atau kelompok seni lainnya. Sepanjang bulan Oktober 2018 menjadi Bulan 80 Tahun Saini KM.

“Perlu disampiakan bahwa sebagai gong dari rangkaian kegiatan, kami akan gelar acara 7 Oktober 2018 di Gedung Sunan Ambu Jalan Buah Batu 212 Bandung sekaligus memeriah 50 tahun hari jadi  ISBI Bandung,” pungkasnya.

Tentang Saini KM

Saini KM adalah guru, humanis dan inspirator. Seorang tokoh budaya bangsa yang karyanya sudah mempunyai dan menjadi kekuatan juga memberikan banyak kontribusi bagi dunia seni di tanah air, beliau penulis Indonesia yang lahir di Sumedang, Jawa Barat, 16 Juni 1938 (tahun 1938 – 2018), Saat ini berusia 80 tahun. Beliau lulusan dari Sastra Inggris IKIP Bandung tahun 1977 banyak menulis karya sastra naskah drama, puisi, novel, dan essai.

Dalam  kegiatan Sastra dan Budaya, Saini KM pernah menjadi  redaktur majalah Mangle, redaktur kebudayaan harian Harapan Rakyat (1967-1969), pengasuh ruang “PR Kecil” di harian Pikiran Rakyat Bandung, anggota Dewan Pertimbangan Kebudayaan Jawa Barat, dosen (kemudian Direktur: 1988-1991) Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang pada tahun 1978 membuka jurusan Teater atas prakarsanya dan didukung oleh Karna Yudibrata, Direktur ASTI saat itu), Direktur Jenderal Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Di dunia politik la pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Sejumlah karya dramanya menang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ.  Pangeran Suntenjaya (1973), Ben Go Tun (1977), Egon (1978), Serikat Kacamata Hitam (1979), Sang Prabu (1981), Kerajaan Burung (drama anak, 1980, pemenang Sayembara Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Sebuah Rumah di Argentina (1980, pemenang Sayembara Badan Musyawarah Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa), Kalpataru (drama anak, 1981, pemenang Sayembara Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan), Pangeran Geusan Ulun (drama, 1963), Siapa Bilang Saya Godot (drama, 1977), Restoran Anjing (drama, 1979), Panji Koming (drama, 1984), Syekh Siti Jenar (drama, 1986), Ken Arok (drama, 1985), Amat Jaga (drama, 1985),[2] Kumpulan Puisi[2] Nyanyian Tanah Air (kumpulan puisi, 1968), Rumah Cermin (kumpulan puisi, 1979) Sepuluh Orang Utusan (kumpulan puisi, 1989), Nyanyian Tanah Air (kumpulan puisi, 2000, merupakan seleksi dari semua kumpulan puisinya yang sudah terbit maupun yang belum).

Prosa Puragabaya (novel, 1976), Cerita Rakyat Jawa Barat (diterbitkan oleh Grasindo, 1993) Berkas yang Hilang (diterbitkan oleh Aksara Indonesia, 2001)[3] Karya Non Fiksi Beberapa Gagasan Teater (kumpulan esai, 1981), Dramawan dan Karyanya (1985), Apresiasi Kesusastraan (buku teks, bersama Jakob Sumardjo, 1986) Antologi Apresiasi Sastra (1986; ed. Bersama Jakob Sumardjo), Protes Sosial dalam Sastra (kumpulan esai, 1986), Teater Modern Indonesia dan Beberapa Masalahnya (kumpulan esai tentang drama, 1987), Seni Teater 1-6 (1989-1990, ditulis bersama Ade Puspa dan Isdaryanto), Puisi dan Beberapa Masalahnya (1993, dihimpun oleh Agus R. Sarjono dari ruang “Pertemuan Kecil harian Pikiran Rakyat yang diasuhnya sejak 1979),

Karya Terjemahan Percakapan dengan Stalin (terjemahan karya Milovan Djilas, 1963), Bulan di Luar Penjara (terjemahan karya ks Ho Tji Minh, 1965)

Anugerah dan Penghargaan Hadiah Sayembara Penulisan Drama Anak-Anak Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1980 Hadiah Sayembara Penulisan Drama DKJ 1973, 1977, 1978, 1980, dan 1981 Hadiah Sayembara Bakom BKP-KB DKI Jakarta Raya 1980 dan 1981 Anugerah Sastra dari Yayasan Forum Sastra Bandung, 1995 Penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1991 Penerima Hadiah Sastra Asia Tenggara 2001 (SEA Writte Awards 2001),  Rujukan Rampan, Korrie (2000). Leksikon susastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, (Indonesia) Eneste, Pamusuk (2001).

Ditempat yang sama ketua Acara 80 Tahun Saini KM Denny Cholid mengatakan bahwa sejumlah kelompok teater dan musik juga para tokoh sudah siap akan mendukung dalam acara 80 Tahun Saini KM ini.

“Ada banyak seniman akan mendukung baik itu yang pernah menjadi murid Pak Saini, maupun ada yang dia kagum akan karya-karya beliau dan memberikan dukungan untuk dedikasi acara 80 Tahun Saini KM,” tandas Denny.

untuk informasi lengkapnya silakan klik http://80tahunsainikm.com |AHM/SN/VoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.