Beranda NASIONAL BANDUNG Inilah “Surat Terbuka Putri Widji Thukul Kepada Jokowi” Menunjuk Hendropriyono “Pembunuh”...

Inilah “Surat Terbuka Putri Widji Thukul Kepada Jokowi” Menunjuk Hendropriyono “Pembunuh” Munir

684
0
BERBAGI

b
Status Facebook Jokowi tanggal 30 Juni yang disindir oleh putri Widji Thukul dalam surat terbukanya
Keputusan Jokowi menunjuk mantan kepala BIN, AM Hendropriyono sebagai penasehat Tim Transisi mendapat sorotan dari para pendukung capres nomor urut 2 tersebut. Salah satu kritikan berasal dari putri aktivis Widji Thukul, Fitri Nganthi Wani. 

Melalui akun Facebook resminya, ia mengingatkan Jokowi untuk tidak lupa terhadap janji semasa kampanye.

Fitri mengungkit kematian aktivis Munir sebagaimana nasibnya serupa dengan Widji Thukul. Ketika itu, Munir meninggal dalam pesawat yang membawanya menuju Amsterdam. Anggota BIN disebut-sebut berada di balik kejadian itu, dan Hendropriyono adalah kepala BIN saat Munir tewas diracun.

Berikut surat terbuka Fitri kepada Jokowi yang diposting pada Senin (11/08).

***

Masih ingat ini kan Pak? :’)

Bapak sendiri lho yg bilang #JokowiMenolakLupa.

Ketika semua orang bikin avatar “I Stand On The Rights Side”, sy lebih suka bikin avatar dengan tulisan “I Am On The Human Right Side And I Stand With Joko Widodo”

b1

Bapak ngerti kan maksud sy? Melawan lupa tidak jauh2 dari melawan luka, pak. Dan itu harus tanpa perkecualian. Bisa dipahami kan pak?

Revolusi mental sebuah negara dimulai dari menghargai nyawa rakyatnya meskipun cuma 1 nyawa, pak. Jika bapak ingat bapak saya, jika bapak memakai puisi bapak saya untuk melawan puisi kubu Prahara, tolong ingat Alm.Munir juga pak.

Alm.Munir juga punya jasa besar dalam perkembangan kasus bapak saya. Dan dia dibunuh! Dibunuh karena memperjuangkan hak asasi manusia, termasuk hak asasi bapak saya. Bapak tau juga kan siapa pembunuhnya? Bapak tau kan bagaimana negara menyepelekan kasusnya?

Hindari budaya perkewuh dan tak berdaya karena pernah dibantu orang pak. Jadilah objektif pak. Sensitiflah terhadap mereka yg berpotensi punya lidah penjilat dan membahayakan diri bapak. Sy tau bapak masih bisa diandalkan. Sy tau bapak masih bisa kami cintai. Karena bapak hanyalah satu2nya, berbeda dgn yg lain.. :’)

Saya harap ini hanya ujian yang mengasah keimanan bapak. Dan semoga ujian ini cepat berlalu karena melihat bapak seperti ini kami turut tersakiti pak.

Di tanganmu ada harapan kami, jangan remukkan itu.

Salam Ingatan.

cc: Ir H Joko Widodo, Joko Widodo, Eko Sulistyo

(in/VoB)