Beranda NASIONAL BANDUNG Hati-Hati Mengunakan Damri Keluar Kota Banyak yang Menipu

Hati-Hati Mengunakan Damri Keluar Kota Banyak yang Menipu

1083
0
BERBAGI

VOB – Tarif bus kota di Jakarta dan bus antar-kota-antar-provinsi semakin tidak jelas. Banyak awak bus yang mengenakan tarif seenak-enaknya kepada penumpang, seolah tidak ada aturannya.

Di Jakarta, misalnya, banyak bus Mayasari Bhakti di berbagai jurusan yang suka mengenakan tarif seenak-enaknya kepada penumpang, terutama di malam hari.

Untuk bus antar-kota-antar-provinsi, peristiwa tidak mengenakkan terkait tarif dan tujuan bus dialami sejumlah penumpang, yang naik bus Damri nomor 3142, dengan nomor polisi AE 7406 US pada Sabtu malam (30/5) sekitar pukul 19.00 WIB dari Terminal Rawamangun, Jakarta Timur.

“Saya ingin ke Madiun, Jawa Timur. Dari beberapa loket perusahaan bus yang saya tanya di Terminal Rawamangun, tarif Jakarta ke Madiun berbeda-beda. Akhirnya, saya memilih bus dari Perum Damri jurusan Ponorogo lewat Madiun, dengan tarif Rp 190 ribu. Petugas penjual tiket bus itu mengatakan, bus yang akan saya naiki itu tidak akan mengecewakan,” tutur Rahadian, salah seorang penumpang bus tersebut.

Ternyata, tambah Rahadian, bus Damri yang ia naiki tersebut jalannya pelan, di luar kewajaran, walaupun secara tampilan luar terlihat bagus. “Sampai akhirnya, ketika sedang istirahat, saya bertanya ke sopirnya, sebenarnya bus itu buatan tahun berapa. Sopir itu mengatakan, bus tersebut keluaran tahun 1990-an. Saya kaget juga. Lalu, saya bertanya, kalau jalannya pelan seperti itu, sampai Madiun jam berapa. Eh, sopirnya kaget atau pura-pura kaget. Dia mengatakan bus itu tujuannya bukan ke Ponorogo, tapi ke Solo, Jawa Tengah,” kata Rahadian.

Sekali lagi, Rahadian pun terkejut. Ia pun menegaskan kembali kepada sopir bahwa dirinya membeli tiket ke Madiun. “Sopir itu malah mengatakan, itu permainan penjual tiket. Saya tidak terima dengan itu, tapi sopir tersebut juga ngotot bahwa ia membawa bus jurusan Solo, bukan ke Ponorogo lewat Madiun,” tutur Rahadian.

Rupanya, bukan hanya Rahadian yang tujuannya selain ke Solo. “Ada enam penumpang dari 39 penumpang yang ditipu. Satu orang yang bertujuan ke Ponorogo; satu orang ke Madiun, yaitu saya; dua orang ke Purwantoro, dekat Madiun, dan; dua orang lagi akan ke Wonogiri, Jawa Tengah. Anehnya lagi, ada juga penumpang yang ditipu itu yang memegang bukan tiket bus Perum Damri, tapi tiket bus PO Safari Eka Kapti. Mungkin ia dititipkan ke bus Damri,” ungkap Rahadian. (Pur/Pribuminews.com)